Sepenggal lirik lagu grup musik RAN terbersit di pikiranku, ‘jauh di mata namun dekat di hati’. Perlahan terus kumaknai kata demi kata yang tersirat di dalamnya, ternyata sangat berbeda dengan kenyataan yang aku alami, karena setiap angan penuh harap bisa dekat lahir maupun batin, ingin segera aku niatkan untuk merubah lirik itu dengan kalimat ‘dekat di mata dan dekat di hati’, tapi apa daya, itukan lirik lagu grup musik tersohor, apalagi aku tak punya kewenangan untuk merubahnya, pikirku. Tetapi suatu saat nanti, andai aku bisa bertemu personil RAN, aku akan menyampaikan ideku ini, semoga mereka menerimanya. Ahai, itu hanya hayalan tingkat tinggiku saja, toh sampai sekarang aku juga belum bertemu dengan mereka, idolaku.
Dekat di mata dan dekat di hati, itulah harapanku selama ini ingin
kembali bernostalgia dengan seorang sahabat sejatiku yang sudah 7 tahun tidak
berjumpa semenjak kami lulus SMA. Seorang sahabat yang meninggalkan beragam
kisah klasik di SMA kala itu dan aku telah menganggapnya sebagai sahabat terindah
yang pernah aku miliki, sahabat yang tak akan lekang oleh waktu, dan persahabatan
yang tak pernah pudar di makan usia. Semoga aku bisa bertemu dengannya tidak akan
lama lagi, semoga firasat ini mampu mengalahkan keinginan yang besar dan
mendalam untuk bisa bertatap muka dengannya kembali.
Orang yang ingin aku temui
Wawan Kurniadi nama lengkap sahabat sejatiku yang ada di buku absen sekolah saat itu, tetapi dia biasa aku panggil Wawan yang saat ini telah menetap di Yogyakarta. Sejak kelas satu SMA aku bersahabat dekat dengannya hingga lulus, tetapi setelah memasuki masa-masa kuliah, kami terpisah oleh ruang dan waktu karena akhirnya Wawan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Yogyakarta dan bekerja di sana sampai sekarang.
Aku ingin bercanda ria bersama Wawan, karena di saat duduk di bangku sekolah 7 tahun silam, kami selalu bersama, bimbingan belajar yang sama di suatu kursus dekat sekolah kami. Selain itu, aku ingin menikmati betapa indahnya kota Yogyakarta bersamanya, khususnya menginjakkan kaki di gunung merapi, menikmati indahnya pantai parangtritis, dan menelusuri cantiknya malioboro di malam hari.
Itinerary perjalanan pake
pesawat Citilink
Aku akan memanfaatkan liburan awal ramadhan tanggal 15 Juni 2015 untuk
pergi menemui Wawan dan keluarganya. Untuk perjalanan yang menyenangkan ini
dari Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Medan ke Bandara Adi
Sutjipto Yogyakarta, aku percayakan pada Citilink sebagai media fatner
terbangku, nyaman bisa terbang dengan Citilink.
Mengapa memilih Citilink?
Citilink menjadi andalan fatner terbangku karena Citilink merupakan
maskapai penerbangan bertarif murah tetapi pelayanannya aku percaya apalagi
soal ketepatan waktu dan yang tidak bisa dipungkiri bahwa pramugari di Citilink
itu muda dan cakep-cakep, kesan cerah-ceria selalu terpancar di wajah-wajah
mereka. Itu yang aku ingat kalau dengar nama jasa penerbangan satu ini, berasa
seperti liburan di dalam pesawat, sebelum mendapatkan liburan sesungguhnya di
Kota Yogyakarta yang akan aku kunjungi. Kalau diijinkan untuk menyampaikan
jargon untuk Citilink, aku akan sampaikan ke pihak manajemen bahwa ‘Citilink,
Selalu Ramah, Aman, Nyaman Setiap Saat’.
Demi menjaga keakraban dan bisa berbincang panjang-lebar
dengan Wawan dan keluarga, aku berencana menginap di rumah Wawan untuk 2 malam
dan niatku sudah dapat restu dari Wawan dan keluarga kecilnya, katanya mereka tidak
keberatan, dan untuk 3 malam berikutnya aku memesan The Jayakarta Yogyakarta
Hotel & Spa yang letaknya dekat dengan kediaman Wawan dan tentunya dekat
dengan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.
Mengapa pilih The Jayakarta
Yogyakarta Hotel & Spa?
Aku memilih The Jayakarta Yogyakarta Hotel &
Spa karena dengan fasilitas yang mewah, lengkap, dan berlabel bintang
empat, dibandrol dengan harga yang super
murah per kamar per malamnya, apalagi semua orang tau kalau Yogyakarta
merupakan kota wisata yang notabene hampir semua daerah wisata identik dengan
biaya mahal, dikarenakan semua orang ingin berkunjung kesana, tetapi sangat
berbeda dengan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa, yang masih
mengedepankan komitmen ‘biaya murah kualitas mewah’.
Kesan Pakai Traveloka App
Setiap kali ingin terbang dan memesan tiket pesawat
dan hotel, di pikiranku hanya terlintas pesan aja di Traveloka App. Apalagi
Traveloka App sudah terpampang jelas di bagian menu ponselku, tinggal aku
pencet menunya, keluar deh fasilitas untuk pergi kemana dan tanggal berapa,
begitu mudah dan nyaman. Ini dia kesan-kesanku selama memakai Traveloka App:
1.
Mudah dan gak ribet dalam menggunakan
aplikasinya.
2.
Harganya paling murah, harga awal dengan harga
akhir itu sama persis, jadi gak perlu mikir-mikir lagi berapa biaya yang
lain-lainnya.
3.
Selalu nunjukin harga tiket dan hotel yang
sejujur-jujurnya, gak pake PHP, alias pemberi harapan palsu setiap kali pesan. Kita
tadinya udah mikir murah, eh gak taunya ada biaya ini itu. Tetapi itu gak
berlaku di Traveloka App, beda banget pokoknya.
4.
Sistem pembayarannya juga udah banyak pilihan,
calon pembeli dimanjakan dengan layanan yang super duper mudah, ini yang buat
aku semakin cinta pake Traveloka App.
Akhirnya, aku benar-benar berharap bisa terbang
gratis bersama Citilink, dan aku bisa menemui sahabat sejatiku di Yogyakarta
dalam waktu dekat ini. Bukan hanya impian ini saja terbatas dalam penulisan
artikel ini, tetapi aku berharap bisa menjadi kenyataan, 'dekat di mata dan
dekat di hati'. Semoga! #TiketGratisTraveloka
Artikel Ditulis Oleh : Muchti Yuda Pratama
Twitter : @muchtiyuda
Facebook : muchti yuda
Email : muchtiyuda16@gmail.com
yudamuchti@yahoo.co.id
Mengikuti : Kontes Menulis Berhadiah
Tiket Citilink (PP) Bebas Pilih Rute