Senin, 01 Juni 2015

Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)




Tema : Penerapan Sistem Manajemen K3 Dari Perspektif Teknikal dan Manajerial
Keynote Speech : Bapak Dr. dr. H. Raden Suma’mur PK, M.Sc, Sp.OK
Bapak HIPERKES INDONESIA dan Penulis Buku HIPERKES

Ditulis Oleh :
Muchti Yuda Pratama, M.Kes
sebagai peserta seminar

Sabtu, tanggal 30 Mei 2015, tepatnya di Aula Farmasi Universitas Sumatera Utara, dilaksanakan kegiatan Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang diselenggarakan oleh mahasiswa peminatan K3 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU dengan tema: Penerapan Sistem Manajemen K3 Dari Perspektif Teknikal dan Manajerial.

Yang menarik perhatian saya dalam seminar nasional K3 ini adalah hadirnya Bapak Hiperkes Indonesia sekaligus penulis buku Hiperkes yakni Bapak Dr.dr. H. Raden Suma’mur PK, M.Sc, Sp.OK sebagai Keynote Speech dalam Seminar Nasional tersebut.

Beliau dalam diskusinya, menyampaikan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja sudah mulai berkembang di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu, yang dibuktikan dengan hadirnya UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, namun  sampai sekarang beliau juga sebagai bagian dari pengembangan K3 itu sendiri, masih dirasa kurang dan belum maksimal dalam penerapannya apalagi di Indonesia. Awalnya, beliau menambahkan bahwa psikologi industri dan keselamatan & kesehatan kerja itu berkesinambungan, artinya bersama-sama bekerja dalam tujuan untuk mengurangi kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas kerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Selain itu, beliau berbagi pengalamannya selama berkecimpung dalam dunia K3, baik suka maupun duka, tetapi beliau merasa senang dan bangga, ternyata K3 di Indonesia sudah diakui oleh negara, terbukti dengan adanya BULAN K3 Indonesia, yang diperingati pada tanggal 12 Januari-12 Februari setiap bulannya.
Yang perlu saya sampaikan dalam tulisan ini bahwa yang menjadi moderator dalam Seminar Nasional ini adalah dosen-dosen terbaik saya saat menempuh pendidikan di Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat USU yakni Kepala Departemen K3 FKM USU, Bapak Dr. Ir. Gerry Silaban, M.Kes dan dosen peminatan K3 FKM USU, Ibu dr. Halinda Sari Lubis, MKKK yang telah membawa acara seminar dengan sangat baik dan tentunya pengalaman mereka yang sudah mumpuni dan tidak diragukan lagi dalam basic K3. Sukses buat Bapak Gerry dan Ibu Halinda.

Dalam Seminar Nasional ini juga terdapat tiga sosok pembicara handal yang tidak kalah menarik, telah berkecimpung dalam dunia pekerjaan di bidang K3 dan selalu bersinggungan dengan penerapan K3 di tempat kerja. Yang pertama yakni Bapak Dhanang Resnamurti merupakan Assistant Manager SCM PT. Pertamina EP Region Sumatera, yang keduaBapak Jason Wibowo Purba merupakan HSSE PT. Pertamina, yang terakhir adalah Bapak Ir. Amri AK, MM merupakan Direktur PPK dan K3, Kementerian Ketenagakerjaan RI dari Jakarta.

Mereka kompak menyampaikan bahwa sesungguhnya dalam dunia kerja dan dalam kehidupan sehari-hari, kita harus mengedepankan keselamatan, kapan dan dimanapun kita berada, lakukan segala sesuatu dengan aturan, norma, standar, dan pedoman yang berlaku dalam suatu kegiatan dimana saja kita berada. Dengan demikian segala kegiatan yang kita kerjakan, bisa dikategorikan dalam zero accident.

Dan setelah keempat ahli itu menyampaikan buah pikiran mereka, sesi tanya jawab dengan peserta seminar dilakukan dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama dengan para pembicara, berakhir pula acara Seminar Nasional K3 di USU ini, dengan harapan setelah mengikuti seminar nasional ini, saya dapat mengupgrade ilmu K3 dan penerapannya, baik sebagai pembelajar dan mampu menyampaikan ilmu baru ini kepada siapa saja untuk sama-sama diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Semoga!


  

Minggu, 31 Mei 2015

Andai Bisa Terbang Gratis, Aku Akan Menemuinya


Sepenggal lirik lagu grup musik RAN terbersit di pikiranku, ‘jauh di mata namun dekat di hati’. Perlahan terus kumaknai kata demi kata yang tersirat di dalamnya, ternyata sangat berbeda dengan kenyataan yang aku alami, karena setiap angan penuh harap bisa dekat lahir maupun batin, ingin segera aku niatkan untuk merubah lirik itu dengan kalimat ‘dekat di mata dan dekat di hati’,  tapi apa daya, itukan lirik lagu grup musik tersohor, apalagi aku tak punya kewenangan untuk merubahnya, pikirku. Tetapi suatu saat nanti, andai aku bisa bertemu personil RAN, aku akan menyampaikan ideku ini, semoga mereka menerimanya. Ahai, itu hanya hayalan tingkat tinggiku saja, toh sampai sekarang aku juga belum bertemu dengan mereka, idolaku.
  
Dekat di mata dan dekat di hati, itulah harapanku selama ini ingin kembali bernostalgia dengan seorang sahabat sejatiku yang sudah 7 tahun tidak berjumpa semenjak kami lulus SMA. Seorang sahabat yang meninggalkan beragam kisah klasik di SMA kala itu dan aku telah menganggapnya sebagai sahabat terindah yang pernah aku miliki, sahabat yang tak akan lekang oleh waktu, dan persahabatan yang tak pernah pudar di makan usia. Semoga aku bisa bertemu dengannya tidak akan lama lagi, semoga firasat ini mampu mengalahkan keinginan yang besar dan mendalam untuk bisa bertatap muka dengannya kembali.


Orang yang ingin aku temui  
Wawan Kurniadi nama lengkap sahabat sejatiku yang ada di buku absen sekolah saat itu, tetapi dia biasa aku panggil Wawan yang saat ini telah menetap di Yogyakarta. Sejak kelas satu SMA aku bersahabat dekat dengannya hingga lulus, tetapi setelah memasuki masa-masa kuliah, kami terpisah oleh ruang dan waktu karena akhirnya Wawan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Yogyakarta dan bekerja di sana sampai sekarang.

Rasa kangen yang teramat sangat untuk kembali bertemu dan bernostalgia bersamanya untuk saling mengenang masa-masa SMA, bermain, belajar, dan banyak aktivitas lain yang kami lakukan bersama saat itu. Itulah sebabnya aku berharap bisa bertemu dengannya kembali andai bisa terbang gratis, aku ingin segera menemuinya di Yogyakarta, kota pelajar dan kota budaya yang mengagumkan.

Aktivitas yang ingin kulakukan dengannya 
Aku ingin bercanda ria bersama Wawan, karena di saat duduk di bangku sekolah 7 tahun silam, kami selalu bersama, bimbingan belajar yang sama di suatu kursus dekat sekolah kami. Selain itu, aku ingin menikmati betapa indahnya kota Yogyakarta bersamanya, khususnya menginjakkan kaki di gunung merapi, menikmati indahnya pantai parangtritis, dan menelusuri cantiknya malioboro di malam hari.

Banyak hal lain lagi yang akan kulakukan bersamanya, karena saat ini aku telah berkeluarga dan memiliki satu orang putri, begitu juga dengannya, Wawan juga telah mendapatkan gadis dari kota gudeg sebagai pendamping hidupnya dan telah mendapatkan satu orang putra. Jadi semakin banyak personil persahabatan kami yang telah menjadi keluarga besar. Inilah obrolan dan perbincangan yang kami akan bagi bersama dan menceritakan hal-hal yang unik, lucu, menarik, dan menggelitik saat-saat masih berseragam sekolah.

Itinerary perjalanan pake pesawat Citilink
Aku akan memanfaatkan liburan awal ramadhan tanggal 15 Juni 2015 untuk pergi menemui Wawan dan keluarganya. Untuk perjalanan yang menyenangkan ini dari Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Medan ke Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, aku percayakan pada Citilink sebagai media fatner terbangku, nyaman bisa terbang dengan Citilink.

Mengapa memilih Citilink?
Citilink menjadi andalan fatner terbangku karena Citilink merupakan maskapai penerbangan bertarif murah tetapi pelayanannya aku percaya apalagi soal ketepatan waktu dan yang tidak bisa dipungkiri bahwa pramugari di Citilink itu muda dan cakep-cakep, kesan cerah-ceria selalu terpancar di wajah-wajah mereka. Itu yang aku ingat kalau dengar nama jasa penerbangan satu ini, berasa seperti liburan di dalam pesawat, sebelum mendapatkan liburan sesungguhnya di Kota Yogyakarta yang akan aku kunjungi. Kalau diijinkan untuk menyampaikan jargon untuk Citilink, aku akan sampaikan ke pihak manajemen bahwa ‘Citilink, Selalu Ramah, Aman, Nyaman Setiap Saat’.  

Berikut aku tunjukkan screenshot pemesanan tiket pesawat Citilink KNO-JOG dari Traveloka App:
 


Demi menjaga keakraban dan bisa berbincang panjang-lebar dengan Wawan dan keluarga, aku berencana menginap di rumah Wawan untuk 2 malam dan niatku sudah dapat restu dari Wawan dan keluarga kecilnya, katanya mereka tidak keberatan, dan untuk 3 malam berikutnya aku memesan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa yang letaknya dekat dengan kediaman Wawan dan tentunya dekat dengan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.



 

Mengapa pilih The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa?
Aku memilih The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa karena dengan fasilitas yang mewah, lengkap, dan berlabel bintang empat,  dibandrol dengan harga yang super murah per kamar per malamnya, apalagi semua orang tau kalau Yogyakarta merupakan kota wisata yang notabene hampir semua daerah wisata identik dengan biaya mahal, dikarenakan semua orang ingin berkunjung kesana, tetapi sangat berbeda dengan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa, yang masih mengedepankan komitmen ‘biaya murah kualitas mewah’.

Kesan Pakai Traveloka App
Setiap kali ingin terbang dan memesan tiket pesawat dan hotel, di pikiranku hanya terlintas pesan aja di Traveloka App. Apalagi Traveloka App sudah terpampang jelas di bagian menu ponselku, tinggal aku pencet menunya, keluar deh fasilitas untuk pergi kemana dan tanggal berapa, begitu mudah dan nyaman. Ini dia kesan-kesanku selama memakai Traveloka App:
1.     Mudah dan gak ribet dalam menggunakan aplikasinya.
2.    Harganya paling murah, harga awal dengan harga akhir itu sama persis, jadi gak perlu mikir-mikir lagi berapa biaya yang lain-lainnya.
3.     Selalu nunjukin harga tiket dan hotel yang sejujur-jujurnya, gak pake PHP, alias pemberi harapan palsu setiap kali pesan. Kita tadinya udah mikir murah, eh gak taunya ada biaya ini itu. Tetapi itu gak berlaku di Traveloka App, beda banget pokoknya.  
4.    Sistem pembayarannya juga udah banyak pilihan, calon pembeli dimanjakan dengan layanan yang super duper mudah, ini yang buat aku semakin cinta pake Traveloka App.

Akhirnya, aku benar-benar berharap bisa terbang gratis bersama Citilink, dan aku bisa menemui sahabat sejatiku di Yogyakarta dalam waktu dekat ini. Bukan hanya impian ini saja terbatas dalam penulisan artikel ini, tetapi aku berharap bisa menjadi kenyataan, 'dekat di mata dan dekat di hati'. Semoga! #TiketGratisTraveloka

Artikel Ditulis Oleh : Muchti Yuda Pratama
Twitter     : @muchtiyuda
Facebook : muchti yuda 
Email       : muchtiyuda16@gmail.com
                   yudamuchti@yahoo.co.id
Mengikuti : Kontes Menulis Berhadiah
Tiket Citilink (PP) Bebas Pilih Rute